AKTIVITAS POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK SARANG BURUNG WALET PUTIH (Aerodramus fuciphagus) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes

Muhammad Fadhil Ihsan (2026) AKTIVITAS POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK SARANG BURUNG WALET PUTIH (Aerodramus fuciphagus) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
SKRIPSI MUHAMMAD FADHIL IHSAN_11194762210831.pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Cutibacterium acnes merupakan bakteri Gram positif anaerob fakultatif yang berperan dalam patogenesis acne vulgaris, sehingga diperlukan sumber antibakteri alternatif. Sarang burung walet putih (Aerodramus fuciphagus) dikenal kaya akan kandungan protein dan glikoprotein yang berpotensi sebagai sumber senyawa antibakteri. Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak sarang burung walet putih hasil pemanasan dan ekstraksi sonikasi terhadap Cutibacterium acnes serta menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group design. Ekstrak diperoleh melalui kombinasi metode pemanasan water bath, 60°C, 15 menit dan sonikasi (ultrasonic cleaner, 40 kHz, 30 menit) menggunakan pelarut aquabidest dengan perbandingan 1:5. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, uji KHM dengan metode dilusi cair, dan uji KBM dengan metode dilusi padat. Hasil: Ekstrak sarang burung walet putih menunjukkan aktivitas antibakteri pada seluruh konsentrasi uji (25%, 50%, 75%, dan 100%) dengan kategori lemah, dan diameter zona hambat yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi, dari 0,12 mm (25%) hingga 2,04 mm (100%), dibandingkan kontrol positif Klindamisin sebesar 15,88 mm (kategori sangat kuat) dan kontrol negatif DMSO yang tidak menghasilkan zona hambat. KHM diperoleh pada konsentrasi 75%, sedangkan KBM belum tercapai karena masih ditemukan pertumbuhan koloni bakteri pada seluruh konsentrasi. Kesimpulan: Ekstrak sarang burung walet putih hasil metode pemanasan dan ekstraksi sonikasi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes. Aktivitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi, dengan KHM pada konsentrasi 75%, sedangkan KBM belum tercapai sehingga ekstrak cenderung bersifat bakteriostatik. Kata kunci: antibakteri, sarang burung walet, Cutibacterium acnes, pemanasan, sonikasi

Item Type: Skripsi
Kata Kunci Tidak Terkontrol: antibakteri; sarang burung walet; Cutibacterium acnes; pemanasan; sonikasi
Subjects: Q Science > QL Zoology
Q Science > QR Microbiology
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Fakultas: FAKULTAS KESEHATAN
Pengguna Penyetoran: Muhammad Fadhil Ihsan
Tanggal Setoran: 21 Sep 2026 07:44
Last Modified: 21 Sep 2026 07:44
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4856

Actions (login required)

View Item View Item