Marcellina Putri (2026) ANALISIS KADAR KUERSETIN PADA SEDIAAN TEH DAUN KALANGKALA (Litsea angulata) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS SEBAGAI ANTIDIARE. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.
|
Text
Skripsi_Marcellina Putri_11194762210744.pdf Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Secara empiris, masyarakat Suku Banjar memanfaatkan daun kalangkala (Litsea angulata) sebagai antidiare karena mengandung kuersetin yang menghambat motilitas usus. Pengolahan tradisional melalui perebusan dinilai kurang praktis dan berpotensi memicu degradasi termal flavonoid. Oleh karena itu, sediaan teh celup dikembangkan sebagai inovasi yang praktis dan stabil. Tujuan: Menganalisis kadar kuersetin secara kuantitatif pada sediaan teh daun kalangkala dari variasi suhu pengeringan (40°C, 50°C, dan 60°C) menggunakan spektrofotometri UV-Vis serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, kadar air, dan kadar abu. Penetapan kadar kuersetin diukur pada panjang gelombang maksimum 359 nm diikuti validasi metode analisis. Hasil: Uji organoleptik menghasilkan rasa sepat, aroma khas, dan warna kuning hingga kuning kecokelatan. Rata-rata pH berkisar 7,73–7,81 (aman untuk lambung). Seluruh variasi suhu memenuhi standar SNI dengan kadar air 6,5%–7,5% (syarat ≤ 8%) dan kadar abu 5,5%–6,0% (syarat 4%–8%). Validasi metode menunjukkan linearitas R² = 0,9725, akurasi (%recovery) 115%, presisi (%RSD) 0,4232%, LOD 1,5967 ppm, dan LOQ 5,3225 ppm. Rata-rata kadar kuersetin (Total Flavonoid Content/TFC) tertinggi diperoleh pada suhu 60°C sebesar 5,9757 mg QE/g, diikuti suhu 50°C sebesar 5,1453 mg QE/g, dan suhu 40°C sebesar 2,8269 mg QE/g. Kesimpulan: Variasi suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik dan kadar kuersetin. Suhu pengeringan 60°C merupakan kondisi paling optimum karena menghasilkan kadar kuersetin tertinggi dan kualitas fisikokimia sediaan terbaik yang memenuhi standar mutu. Kata Kunci: Diare, Daun Kalangkala (Litsea angulata), Kuersetin, Spektrofotometri UV-Vis, Teh Celup.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkontrol: | Diare; Daun Kalangkala (Litsea angulata); Kuersetin; Spektrofotometri UV-Vis; Teh Celup |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Fakultas: | FAKULTAS KESEHATAN |
| Pengguna Penyetoran: | Marcellina Putri |
| Tanggal Setoran: | 16 Sep 2026 02:59 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 02:59 |
| URI: | http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4782 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
