Febri Andriani (2026) FORMULASI DAN EVALUASI NANOGUMMIES EKSTRAK DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) SEBAGAI SUPLEMEN PENAMBAH DARAH DENGAN VARIASI KONSENTRASI GELATIN. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.
|
Text
Skripsi_Febri Andriani_11194762210736.pdf Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Daun kelakai (Stenochlaena palustris) mengandung zat besi dan senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai suplemen penambah darah. Gelatin sebagai gelling agent berperan penting dalam menentukan karakteristik fisik nanogummies sehingga perlu dilakukan variasi konsentrasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi nanogummies ekstrak daun kelakai sebagai suplemen penambah darah dengan variasi konsentrasi gelatin. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan tiga formula nanogummies dengan konsentrasi gelatin 12% (F1), 14% (F2), dan 16% (F3). Ekstrak daun kelakai diformulasikan menjadi nanopartikel menggunakan metode gelasi ionik dengan kitosan dan natrium tripolifosfat (NaTPP). Evaluasi meliputi karakterisasi nanopartikel, organoleptis, pH, kadar air, keseragaman bobot, Texture Profile Analysis (TPA), dan hedonik. Data pH, kadar air, dan keseragaman bobot dianalisis menggunakan Kruskal–Wallis, sedangkan organoleptis, TPA, dan hedonik disajikan secara deskriptif. Hasil: Rendemen ekstrak sebesar 9,85%. Ukuran partikel rata-rata sebesar 557,2 nm dengan PDI 0,599. Seluruh formula berwarna merah, berbentuk beruang, tidak memiliki bau khas, dan tanpa rasa; F1 kurang kenyal, sedangkan F2 dan F3 kenyal. Nilai pH F1, F2, dan F3 berturut-turut 6,373 ± 0,006; 6,273 ± 0,006; dan 6,120 ± 0,017 (p=0,025). Kadar air berturut-turut 5,900 ± 8,833%; 7,833 ± 12,615%; dan 0,267 ± 0,416% (p=0,223). Bobot rata-rata berturut-turut 929,0 mg; 894,0 mg; dan 889,5 mg (p=0,099), tetapi belum memenuhi persyaratan keseragaman bobot. TPA menunjukkan perbedaan nilai gumminess, chewiness, hardness, resilience, springiness, dan cohesiveness antarformula. Formula III paling disukai panelis. Simpulan: Variasi konsentrasi gelatin berpengaruh signifikan terhadap pH, tetapi tidak terhadap kadar air dan keseragaman bobot. Formula III dengan gelatin 16% merupakan formula paling optimal. Kata Kunci: daun kelakai, gelatin, nanogummies, nanopartikel, suplemen penambah darah
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkontrol: | Daun Kelakai; Gelatin; Nanogummies; Nanopartikel; Suplemen Penambah Darah |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Fakultas: | FAKULTAS KESEHATAN |
| Pengguna Penyetoran: | Febri Andriani |
| Tanggal Setoran: | 02 Sep 2026 01:30 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 01:30 |
| URI: | http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4630 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
