ANALISIS KADAR KUERSETIN MENGGUNAKAN METODE SPEKTRO FOTOMETRI UV-VIS PADA SEDIAAN TEH DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) SEBAGAI MINUMAN ANTI-ANEMIA

Anastasia Karennina (2026) ANALISIS KADAR KUERSETIN MENGGUNAKAN METODE SPEKTRO FOTOMETRI UV-VIS PADA SEDIAAN TEH DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) SEBAGAI MINUMAN ANTI-ANEMIA. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
Skripsi_Anastasia Karennina_11194762210727.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Anemia memicu timbulnya stres oksidatif yang berpotensi merusak sel darah merah, sehingga memerlukan antioksidan penangkap radikal bebas seperti kuersetin yang merupakan senyawa golongan flavonoid. Tanaman kelakai (Stenochlaena palustris) kaya akan flavonoid, khususnya kuersetin, serta zat besi yang berpotensi sebagai anti-anemia, sehingga diformulasikan menjadi sediaan teh herbal sebagai bentuk inovasi produk yang praktis dan stabil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kuersetin sediaan teh daun kelakai (Stenochlaena palustris) menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis yang divalidasi, mengevaluasi mutu fisikokimia sediaan, serta menganalisis pengaruh variasi bobot simplisia terhadap kadar kuersetin terukur sebagai minuman fungsional anti-anemia. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium ini mengevaluasi mutu fisikokimia sediaan teh daun kelakai pada variasi bobot F1 (1,5 g), F2 (2,0 g), dan F3 (3,0 g) yang diseduh dengan air panas suhu 90°C selama 15 menit. Pengujian kadar kuersetin dilakukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum baku standar kuersetin yang divalidasi (linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ). Data kadar yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan rerata kadar kuersetin antarvariasi bobot sediaan. Hasil: Evaluasi sediaan teh memenuhi standar SNI 3753:2014 (kadar air 5,662 ± 0,946%, abu 6,723 ± 0,375 %, pH 7,56 – 7,68, serta organoleptik berupa warna cokelat kemerahan jernih, aroma khas kelakai, dan rasa sedikit kelat). Validasi metode terbukti valid (r = 0,972; %Recovery = 104,6%; %RSD = 0,431%; LOD = 1,750 ppm; LOQ = 5,303 ppm). Analisis kadar kuersetin F1, F2, dan F3 berturut-turut menghasilkan 10,654 mg QE/g; 12,444 mg QE/g; dan 10,843 mg QE/g, dengan kadar terbanyak pada Formula 2 (F2). Uji ANOVA mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan kadar kuersetin antarvariasi bobot sediaan (p < 0,001). Simpulan: Sediaan teh daun kelakai terbukti memenuhi standar mutu fisikokimia SNI, metode Spektrofotometri UV-Vis tervalidasi secara sahih, serta terdapat pengaruh signifikan variasi bobot terhadap kadar kuersetin dengan Formula 2 (2,0 g) sebagai sediaan optimal bernilai kadar tertinggi (12,444 mg QE/g) berpotensi sebagai minuman fungsional anti-anemia. Kata Kunci: Anemia, Kelakai, Kuersetin, Teh Herbal, Validasi UV-Vis

Item Type: Skripsi
Kata Kunci Tidak Terkontrol: Anemia; Kelakai; Kuersetin; Spektrofotometri UV-Vis; Teh Herbal; Validasi UV-Vis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Fakultas: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Physics
Pengguna Penyetoran: Anastasia Karennina
Tanggal Setoran: 03 Sep 2026 02:59
Last Modified: 03 Sep 2026 02:59
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4609

Actions (login required)

View Item View Item