HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN ORANG TUA TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN MANBA’UL ULUM BANJARMASIN

Sithy Fakhriyyah (2026) HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN ORANG TUA TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN MANBA’UL ULUM BANJARMASIN. PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
Skripsi_Sithy Fakhriyyah_11194562210409.pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri yang menempuh pendidikan dan tinggal di lingkungan pondok pesantren tidak sepenuhnya terlepas dari risiko mengalami pelecehan seksual, baik yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Pemahaman yang baik mengenai pelecehan seksual serta keterlibatan orang tua dalam memberikan arahan dan pendidikan seksual diyakini dapat membantu remaja dalam menjaga dan melindungi diri dari berbagai bentuk perilaku menyimpang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan peran orang tua dengan kejadian pelecehan seksual pada remaja putri yang bersekolah di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Banjarmasin. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah santriwati Madrasah Aliyah kelas X dan XI, dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong baik (91%), namun masih ditemukan responden yang mengalami pelecehan seksual dalam kategori berat. Analisis statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,750 (>0,05) untuk variabel pengetahuan. Sementara itu, peran orang tua mayoritas berada pada kategori tinggi (35,3%), namun tetap ditemukan kejadian pelecehan seksual berat dengan nilai p-value sebesar 0,873 (>0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa baik tingkat pengetahuan maupun peran orang tua tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian pelecehan seksual pada remaja putri. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan peran orang tua tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian pelecehan seksual pada remaja putri di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Banjarmasin. Oleh karena itu, disarankan agar pihak sekolah dan pengelola pesantren secara aktif menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pencegahan pelecehan seksual secara berkelanjutan, serta memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan orang tua dalam upaya pengawasan dan perlindungan santri.

Item Type: Skripsi
Kata Kunci Tidak Terkontrol: Pelecehan Seksual; Pengetahuan; Peran Orang Tua; Remaja Putri
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Fakultas: FAKULTAS KESEHATAN
Pengguna Penyetoran: Sithy Fakhriyyah
Tanggal Setoran: 12 Aug 2026 01:18
Last Modified: 12 Aug 2026 01:18
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4500

Actions (login required)

View Item View Item