Adrian Noval (2026) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGOBATAN PATAH TULANG SECARA TRADISIONAL BERDASARKAN PENDEKATAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL DI KALIMANTAN TENGAH. PROGRAM STUDI D4 PROMOSI KESEHATAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.
|
Text
Skripsi_Adrian Noval_(11195052210046).pdf Download (3MB) |
Abstract
Patah tulang merupakan masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas, kemampuan bekerja, dan kondisi ekonomi keluarga. Di wilayah pedesaan Kalimantan Tengah, pengobatan tradisional masih menjadi salah satu pilihan masyarakat karena dipengaruhi oleh pengalaman kesembuhan, kemudahan akses, dukungan keluarga, serta nilai budaya. Namun, persepsi masyarakat dalam memilih pengobatan patah tulang secara tradisional masih perlu dipahami secara mendalam. Mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap pengobatan patah tulang secara tradisional berdasarkan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan terdiri dari 10 masyarakat yang pernah menjalani pengobatan patah tulang secara tradisional dan 2 informan triangulasi, yaitu tokoh masyarakat dan pengobat tradisional. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memandang patah tulang sebagai kondisi yang dapat dialami siapa saja, terutama pada aktivitas fisik berat dan kecelakaan. Patah tulang dipersepsikan serius karena dapat menghambat aktivitas, pekerjaan, dan pendapatan keluarga. Pengobatan tradisional dipandang memberikan manfaat karena mudah dijangkau, lebih terjangkau, dipercaya secara turun-temurun, dan didukung pengalaman kesembuhan. Hambatan terhadap pengobatan medis meliputi jarak fasilitas kesehatan, biaya transportasi, kekhawatiran terhadap operasi, dan lama pemulihan. Keputusan memilih pengobatan tradisional juga dipengaruhi keluarga, pengalaman masyarakat, dan rekomendasi lingkungan sosial. Persepsi masyarakat terhadap pengobatan patah tulang secara tradisional terbentuk melalui interaksi faktor individu, keluarga, sosial, budaya, aksesibilitas, dan pengalaman kesembuhan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkontrol: | Patah tulang; Pengobatan tradisional; persepsi masyarakat |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Fakultas: | FAKULTAS KESEHATAN |
| Pengguna Penyetoran: | Adrian Noval |
| Tanggal Setoran: | 14 Oct 2026 07:56 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 03:49 |
| URI: | http://repository.unism.ac.id/id/eprint/5005 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
