FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN AFTER-SUN GEL KOMBINASI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) DAN DAUN PACAR AIR (Impatients balsamina L.) UNTUK PENDINGINAN DAN REHIDRASI KULIT

Imelda Stefani (2026) FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN AFTER-SUN GEL KOMBINASI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) DAN DAUN PACAR AIR (Impatients balsamina L.) UNTUK PENDINGINAN DAN REHIDRASI KULIT. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN AFTER-SUN GEL KOMBINASI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) DAN DAUN PACAR AIR (Impatients balsamina L.) UNTUK PENDINGINAN DAN REHIDRASI KULIT .pdf

Download (8MB)

Abstract

Latar Belakang: Paparan UV berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit berupa sunburn, inflamasi, dan penurunan kemampuan mempertahankan kelembapan. Lidah buaya (Aloe vera) mengandung polisakarida yang berperan dalam mempertahankan kelembapan, sedangkan daun pacar air (Impatiens balsamina L.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Kombinasi keduanya berpotensi dikembangkan sebagai after-sun gel untuk efek pendinginan dan rehidrasi setelah paparan UV. Tujuan: Menganalisis karakteristik fisik, kemampuan difusi menggunakan Franz diffusion cell, dan potensi iritasi after-sun gel kombinasi ekstrak lidah buaya dan daun pacar air. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain true experimental posttest-only control group design. Sediaan dibuat dalam tiga formulasi, yaitu FI (4,5:1 g), FII (4:1,5 g), dan FIII (3,5:2 g). Evaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, difusi menggunakan Franz diffusion cell dan spektrofotometri UV-Vis, serta iritasi menggunakan closed patch test pada 10 responden. Hasil: Ketiga formulasi menghasilkan sediaan semi padat, homogen, berbau khas daun pacar air, dengan warna semakin cokelat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai pH berturut-turut 6,30; 6,33; dan 6,36, sedangkan viskositas 14.493; 14.073; dan 11.926 cP. Daya lekat 20,96; 17,83; dan 13,45 detik, sedangkan daya sebar 4,217; 5,683; dan 5,600 cm. Fluks maksimum FI 0,138 µg/cm²/menit pada menit ke-20, FII 0,164 µg/cm²/menit pada menit ke-30, dan FIII 0,089 µg/cm²/menit pada menit ke-30. Indeks iritasi 0,0 selama pengamatan 24, 48, dan 72 jam. Simpulan: After-sun gel kombinasi ekstrak lidah buaya dan daun pacar air memiliki karakteristik fisik baik, mampu berdifusi melalui membran, dan tidak menimbulkan iritasi. Kata Kunci: After-sun gel, lidah buaya, pacar air, difusi Franz, iritasi kulit.

Item Type: Skripsi
Kata Kunci Tidak Terkontrol: After-sun gel; lidah buaya; pacar air; difusi Franz; iritasi kulit.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Fakultas: FAKULTAS KESEHATAN
Pengguna Penyetoran: Imelda Stefani
Tanggal Setoran: 30 Sep 2026 06:35
Last Modified: 30 Sep 2026 06:35
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4960

Actions (login required)

View Item View Item