PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK

Nathasya Nesti Olivia Fristanti (2026) PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
Skripsi_Nathasya Nesti Olivia Fristanti_11194762210750.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) mampu meningkatkan efisiensi ekstraksi, namun suhu dan waktu ekstraksi yang tidak tepat dapat memengaruhi kadar flavonoid yang diperoleh. Oleh karena itu, diperlukan optimasi kondisi ekstraksi untuk memperoleh kadar flavonoid yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dan waktu ekstraksi menggunakan metode ultrasonik terhadap kadar flavonoid total ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), serta menentukan kondisi ekstraksi yang menghasilkan kadar flavonoid tertinggi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan faktorial menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE). Variasi suhu ekstraksi yang digunakan adalah 30°C, 40°C, dan 50°C, sedangkan variasi waktu ekstraksi 20, 25, dan 30 menit. Kadar flavonoid total dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan standar kuersetin, kemudian data dianalisis menggunakan uji Two-Way ANOVA. Hasil: Variasi suhu dan waktu ekstraksi memberikan pengaruh terhadap kadar flavonoid total ekstrak buah belimbing wuluh. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu ekstraksi, waktu ekstraksi, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap kadar flavonoid (p>0,05). Kondisi ekstraksi terbaik diperoleh pada suhu 50°C selama 25 menit, yang menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Simpulan: Variasi suhu dan waktu ekstraksi dengan metode ultrasonik berpengaruh signifikan terhadap kadar flavonoid total ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Kondisi optimum ekstraksi diperoleh pada suhu 50°C selama 25 menit sehingga metode ultrasonik berpotensi digunakan sebagai metode ekstraksi yang efektif untuk memperoleh flavonoid dari buah belimbing wuluh. Kata kunci: belimbing wuluh, flavonoid total, spektrofotometri UV-Vis, suhu ekstraksi, ultrasonik

Item Type: Skripsi
Kata Kunci Tidak Terkontrol: belimbing wuluh; flavonoid total; spektrofotometri UV-Vis; suhu ekstraksi; ultrasonik.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Fakultas: FAKULTAS KESEHATAN
Pengguna Penyetoran: Nathasya Nesti Olivia Fristanti
Tanggal Setoran: 21 Sep 2026 07:03
Last Modified: 21 Sep 2026 07:03
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4845

Actions (login required)

View Item View Item