Gresia Fioleta (2026) Analisis Kuersetin sebagai Agen Antikolesterol pada Teh Daun Gedi (Abelmoschus Manihot L.) dengan Metode Spektrofotometri Uv – Vis. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.
|
Text
SKRIPSI GRESIA FIOLETA.pdf Download (4MB) |
Abstract
Analisis Kuersetin sebagai Agen Antikolesterol pada Teh Daun Gedi (Abelmoschus Manihot L.) dengan Metode Spektrofotometri Uv – Vis Gresia Fioleta1*, Tuti Alawiyah1, Mia Audina1, Nur Hidayah1 1Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia *E-mail: [email protected] Abstrak Latar Belakang : Kolesterol merupakan senyawa lipid yang dibutuhkan tubuh, tetapi kadar berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular. Flavonoid berpotensi membantu mengendalikan kolesterol melalui penghambatan enzim HMG-CoA reduktase. Secara empiris, daun gedi (Abelmoschus manihot L.) telah dimanfaatkan sebagai sayuran dan obat tradisional dalam bentuk rebusan. Daun gedi mengandung flavonoid, termasuk kuersetin, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sediaan teh yang lebih praktis. Tujuan : Menganalisis kadar kuersetin dan pengaruh variasi suhu pengeringan 40°C, 50°C, dan 60°C terhadap mutu fisik teh daun gedi menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Metode : Penelitian eksperimental laboratorium dengan evaluasi mutu meliputi organoleptik, kadar air, kadar abu, dan pH. Penetapan kadar kuersetin dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Validasi metode meliputi linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ. Hasil : Kadar air berturut-turut sebesar 12%, 9%, dan 10%. Kadar kuersetin berturut-turut sebesar 15,890 mg QE/g, 23,335 mg QE/g, dan 37,675 mg QE/g, dengan kadar tertinggi pada suhu 60°C. Hasil validasi menunjukkan linearitas 0,986, recovery 98%, %RSD 1,290%, LOD 1,710, dan LOQ 5,181. Simpulan : Variasi suhu pengeringan menghasilkan perbedaan kadar kuersetin. Suhu 60°C menghasilkan kadar kuersetin tertinggi sehingga merupakan suhu pengeringan paling optimal. Mutu organoleptik, kadar abu, dan pH memenuhi persyaratan. Kadar air pada suhu 50°C dan 60°C memenuhi batas maksimal 10%, sedangkan suhu 40°C belum memenuhi persyaratan. Kata Kunci: Abelmoschus manihot L., Antikolesterol, Kuersetin, Suhu Pengeringan, Spektrofotometri Uv-Vis.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkontrol: | Abelmoschus manihot L., Antikolesterol, Kuersetin, Suhu Pengeringan, Spektrofotometri Uv-Vis. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Fakultas: | FAKULTAS KESEHATAN |
| Pengguna Penyetoran: | Gresia Fioleta |
| Tanggal Setoran: | 17 Sep 2026 01:04 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 01:04 |
| URI: | http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4792 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
