SKRINING AKTIVITAS ANTIDIABETES PENGHAMBAT ENZIM α- AMILASE DAN α- GLUKOSIDASE DARI EKSTRAK DAUN DADANGKAK (Hydrolea spinosa L.)

Utin Nida Ankhafiya (2026) SKRINING AKTIVITAS ANTIDIABETES PENGHAMBAT ENZIM α- AMILASE DAN α- GLUKOSIDASE DARI EKSTRAK DAUN DADANGKAK (Hydrolea spinosa L.). PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
Skripsi_UtinNidaAnkhafiya_11194762210848.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu strategi untuk mengendalikan kadar glukosa darah adalah melalui penghambatan enzim α-amilase dan α-glukosidase. Daun dadangkak (H.spinosa L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi menghambat kedua enzim tersebut sehingga perlu dikaji lebih lanjut aktivitas penghambatan enzim α-amilase dan α-glukosidase sebagai dasar pengembangan agen antidiabetes. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antidiabetes ekstrak daun dadangkak (H.spinosa L.) melalui penghambatan aktivitas enzim α-amilase dan α-glukosidase secara in vitro. Metode : Ekstrak daun dadangkak diperoleh melalui ekstraksi ultrasonik menggunakan etanol 96%. Aktivitas penghambatan enzim α-amilase dan α-glukosidase diuji secara in vitro menggunakan metode iodium-pati dan substrat p-nitrofenil-α-D-glukopiranosida (pNPG), dengan akarbosa sebagai kontrol positif. Aktivitas penghambatan dievaluasi berdasarkan nilai IC₅₀. Hasil : Ekstrak daun dadangkak (H.spinosa L.) menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap enzim α-amilase dengan nilai IC₅₀ sebesar 557,690 ppm, sedangkan akarbosa sebesar 402,553 ppm. Pada pengujian enzim α-glukosidase, ekstrak daun dadangkak (H.spinosa L.) dan akarbosa masing-masing memiliki nilai IC₅₀ sebesar 17,393 ppm dan 0,485 ppm. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas penghambatan yang signifikan antar variasi konsentrasi ekstrak terhadap enzim α-amilase menggunakan uji Kruskal-Wallis (p < 0,05) dan terhadap enzim α-glukosidase menggunakan uji One-Way ANOVA (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun dadangkak (H.spinosa L.) mampu menghambat kedua enzim dengan aktivitas yang lebih kuat terhadap enzim α-glukosidase. Simpulan : Ekstrak daun dadangkak (H.spinosa L.) berpotensi sebagai agen antidiabetes melalui penghambatan enzim α-amilase dan α-glukosidase secara in vitro, dengan aktivitas yang lebih kuat terhadap enzim α-glukosidase. Kata Kunci : antidiabetes, α-amilase, α-glukosidase, daun dadangkak.

Item Type: Skripsi
Kata Kunci Tidak Terkontrol: antidiabetes.,α-amilase.,α-glukosidase.,daun dadangkak
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Fakultas: FAKULTAS KESEHATAN
Pengguna Penyetoran: Utin Nida Ankhafiya
Tanggal Setoran: 03 Sep 2026 01:13
Last Modified: 03 Sep 2026 01:13
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4640

Actions (login required)

View Item View Item