UJI AKTIVITAS ANTIDABETES SEDIAAN TEH DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) MELALUI PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE

Putri Najwa (2026) UJI AKTIVITAS ANTIDABETES SEDIAAN TEH DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) MELALUI PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
Skripsi_Putri Najwa_11194762210755 .pdf

Download (12MB)

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis akibat hiperglikemia, dengan penderita di Indonesia mencapai 20,4 juta orang. Penghambatan enzim α-glukosidase menjadi strategi efektif memperlambat absorpsi glukosa postprandial. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi antidiabetes, namun efektivitasnya dalam sediaan teh belum banyak dikaji Tujuan: Mengetahui aktivitas antidiabetes sediaan teh daun kelor melalui penghambatan α-glukosidase dan pengaruh perbedaan formulasi terhadapnya. Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis (400 nm) dengan substrat pNPG. Teh diformulasikan dalam tiga variasi bobot simplisia: Formula I (2 g), II (2,5 g), dan III (3 g), dengan akarbose sebagai pembanding. Aktivitas dinyatakan sebagai nilai IC₅₀ dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan kategori aktivitas menurut Sami et al. (2026). Hasil: Ketiga formula mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid, dan steroid. Nilai IC₅₀ akarbose sebesar 0,485 µg/mL, sedangkan Formula I, II, dan III berturut-turut sebesar 64,827; 77,881; dan 92,964 µg/mL, yang seluruhnya tergolong aktif menurut kriteria Sami et al. (2026), dengan urutan aktivitas Formula I > Formula II > Formula III. Kadar air sediaan 4,37% dan pH 5,84–5,90. kantong teh memenuhi syarat mutu. Simpulan: Sediaan teh daun kelor (Moringa oleifera L.) terbukti memiliki aktivitas antidiabetes melalui penghambatan enzim α-glukosidase, dengan seluruh formula tergolong aktif berdasarkan kriteria Sami et al. (2026). Formula I menunjukkan aktivitas terbaik dengan nilai IC₅₀ terendah. Perbedaan formulasi berpengaruh terhadap kekuatan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase, meskipun tidak mengubah status keaktifannya secara kategorik. Kata Kunci: Antidiabetes, IC₅₀, in vitro, teh daun kelor, α-glukosidase

Item Type: Skripsi
Kata Kunci Tidak Terkontrol: Antidiabetes; IC₅₀; in vitro; teh daun kelor; α-glukosidase
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Fakultas: FAKULTAS KESEHATAN
Pengguna Penyetoran: Putri Nazwa
Tanggal Setoran: 02 Sep 2026 03:30
Last Modified: 02 Sep 2026 03:30
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4633

Actions (login required)

View Item View Item