UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN TEH KOMBINASI DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) dan DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DENGAN METODE DPPH

Livani Anggraini (2026) UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN TEH KOMBINASI DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) dan DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DENGAN METODE DPPH. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
Skripsi_Livani Anggraini_11194762210784.pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif sehingga diperlukan asupan antioksidan dari luar tubuh. Daun kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd) dan daun katuk (Sauropus androgynus(L.) Merr) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Selain itu, kelakai kaya akan zat besi yang berpotensi membantu mencegah anemia pada ibu hamil, sedangkan katuk secara empiris digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Untuk meningkatkan kepraktisan konsumsi, kedua tumbuhan dikembangkan dalam bentuk sediaan teh herbal. Tujuan: Untuk mengetahui nilai IC50 dari sediaan teh kombinasi daun kelakai dan daun katuk. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan melalui skrining fitokimia menggunakan berbagai reagen untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan terhadap lima formulasi sediaan teh kombinasi daun kelakai dan daun katuk menggunakan metode DPPH dengan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang maksimum 516 nm untuk menentukan aktivitas antioksidan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi teh daun kelakai dan daun katuk positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, serta negatif mengandung steroid dan triterpenoid. Nilai IC50 formulasi F1, F2, F3, F4, dan F5 berturut-turut sebesar 50,207 ppm, 37,245 ppm, 23,013 ppm, 13,035 ppm, dan 29,228 ppm. Vitamin c sebagai pembanding memiliki nilai IC50 sebesar 8,693 ppm. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan aktivitas antioksidan yang signifikan antar formulasi (p<0,05). Formulasi F4 dengan perbandingan daun kelakai dan daun katuk 1:2 merupakan formulasi paling optimal dengan nilai IC50 sebesar 13,035 ppm yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Simpulan: Formulasi F4 dengan perbandingan 1:2 merupakan formulasi paling optimal dengan nilai IC50 sebesar 13,035 ppm dan termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Kata Kunci: Antioksidan, daun katuk, daun kelakai, DPPH, IC50, kombinasi

Item Type: Skripsi
Subjects: R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Fakultas: FAKULTAS KESEHATAN
Pengguna Penyetoran: Livani Anggraini
Tanggal Setoran: 27 Aug 2026 01:15
Last Modified: 27 Aug 2026 01:15
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4574

Actions (login required)

View Item View Item