Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMAN 3 Kota Banjarmasin

Hatmi (2026) Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMAN 3 Kota Banjarmasin. PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.

[img] Text
Revisi Semhas - 20 juli 2026-1-2.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Ketidakteraturan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh stres yang memicu peningkatan hormon kortisol sehingga mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Hasil studi pendahuluan pada siswi kelas XI di SMAN 3 Kota Banjarmasin menunjukkan sebagian besar siswi mengalami stres akibat tuntutan akademik dan mayoritas di antaranya melaporkan perubahan siklus menstruasi seperti menstruasi lebih cepat, lebih lambat, dan tidak teratur. Tujuan: Mengetahui hubungan Tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 3 Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa sejumlah 293 orang. Sampel sejumlah 170 orang yang didapat menggunakan rumus slovin diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres, sedangkan data siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki stres dengan tingkat sedang, yaitu sebanyak 125 orang (71,4%) dan memiliki siklus menstruasi yang teratur (21-35 hari), yaitu sebanyak 112 orang (64%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapatkan nilai p sebesar 0,755 (> 0,05) sehingga hipotesis nul (H0) diterima. Keteraturan siklus menstruasi diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kematangan hormonal, status gizi, aktivitas fisik, pola tidur, serta mekanisme koping yang dimiliki remaja. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi remaja putri di SMAN 03 Kota Banjarmasin.

Item Type: Skripsi
Kata Kunci Tidak Terkontrol: Kata Kunci: remaja putri, siklus menstruasi, tingkat stres
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Fakultas: FAKULTAS KESEHATAN
Pengguna Penyetoran: Hat mi
Tanggal Setoran: 24 Aug 2026 05:43
Last Modified: 24 Aug 2026 05:43
URI: http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4555

Actions (login required)

View Item View Item