Nabila Chanisya Putri (2026) FORMULASI DAN KARAKTERISTIK NANOFITOSOM EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) UNTUK HIPERTENSI. PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI JURUSAN FARMASI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MULIA BANJARMASIN 2026.
|
Text
Skripsi_Nabila Chanisya Putri_11194762210791.pdf Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan. Daun seledri (Apium graveolens L.) mengandung senyawa aktif seperti apiin, apigenin, dan n butylphthalide yang berkhasiat antihipertensi melalui mekanisme diuretik, vasodilator, serta penghambatan enzim ACE. Namun, bioavailabilitas ekstrak seledri dalam bentuk tradisional masih rendah sehingga diperlukan teknologi penghantaran yang lebih efektif. Nanofitosom berbasis fosfolipid dikembangkan untuk meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan penyerapan senyawa aktif sehingga diharapkan memberikan efek farmakologis lebih optimal. Tujuan: Mengetahui formulasi nanofitosom ekstrak daun seledri yang optimal untuk hipertensi dan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi fosfolipid terhadap karakteristik fisikokimia. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan one group posttest only design dilakukan di laboratorium. Ekstrak seledri hasil maserasi diformulasi menjadi tiga, masing-masing dengan konsentrasi fosfatidilkolin 65,26 mg (F1), 130,54 mg (F2), dan 195,81 mg (F3). Karakterisasi meliputi uji organoleptik, ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, efisiensi penjerapan, morfologi permukaan, serta analisis kandungan flavonoid. Hasil: Ketiga formulasi memenuhi uji organoleptik. Ukuran partikel terbaik ditunjukkan oleh F2 dengan nilai 167,03 nm. Indeks polidispersitas paling baik terdapat pada F2 dengan nilai 0,466. Efisiensi penjerapan tertinggi diperoleh pada F2 sebesar 92,52%, sedangkan kadar flavonoid optimal juga pada F1 dengan nilai 11,25 mgQE/g. Morfologi permukaan semua formulasi dinilai paling baik menurut uji SEM. Namun, seluruh formulasi tidak memenuhi uji zeta potensial. Simpulan: Variasi konsentrasi fosfatidilkolin memengaruhi ukuran partikel, zeta potensial, efisiensi penjerapan, serta kadar flavonoid. Formulasi paling optimal adalah F2. Kata kunci: Apium graveolens L., Nanofitosom, Fosfolipid, Hipertensi
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Kata Kunci Tidak Terkontrol: | Apium graveolens L; Nanofitosom; Fosfolipid; Hipertensi |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Fakultas: | FAKULTAS KESEHATAN |
| Pengguna Penyetoran: | Nabila Chanisya Putri |
| Tanggal Setoran: | 04 Aug 2026 07:08 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 07:08 |
| URI: | http://repository.unism.ac.id/id/eprint/4457 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
